Abstrak
Desa Mudung, Bojonegoro, memiliki potensi limbah pelepah pisang yang melimpah, namun belum dimanfaatkan secara optimal. Kondisi ini menuntut adanya inovasi agar limbah tersebut dapat diolah menjadi produk bernilai tambah dan berdaya jual. Melalui program pengabdian masyarakat bersama mahasiswa KKN, dilakukan pelatihan kerajinan pelepah pisang sebagai upaya pemberdayaan masyarakat sekaligus peningkatan ekonomi kreatif desa. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan keterampilan baru kepada masyarakat, meningkatkan kreativitas, serta mendorong terciptanya produk lokal yang memiliki nilai ekonomi. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi potensi pelepah pisang, demonstrasi teknik pengolahan dan pengeringan bahan, praktik pembuatan berbagai produk kerajinan, serta pendampingan desain dan pewarnaan agar produk lebih menarik. Peserta juga diberikan pemahaman tentang strategi pemasaran sederhana untuk memperluas jangkauan penjualan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterampilan masyarakat dalam mengolah pelepah pisang, dengan rata-rata kemampuan peserta meningkat dari 35% menjadi 80%. Produk kerajinan yang dihasilkan, seperti tas, hiasan, dan wadah serbaguna, mendapatkan tanggapan positif dari masyarakat lokal. Selain itu, pelatihan ini berhasil menumbuhkan minat wirausaha baru, ditandai dengan 70% peserta menyatakan siap memproduksi dan memasarkan produk secara mandiri. Kesimpulannya, pelatihan kerajinan pelepah pisang terbukti mampu memberdayakan masyarakat Desa Mudung melalui pemanfaatan potensi lokal yang sebelumnya terabaikan. Inovasi ini berpotensi menjadi produk unggulan desa dan mendukung pengembangan ekonomi kreatif masyarakat.
Kata Kunci
Kerajinan Tangan; Pelatihan; Pelepah Pisang.
Reference
Ubaidillah, M., Nabila, A., Rista, T., Romadona, S., Fasroin, S., Julianto, K., Wicaksono, A., Nurfirdaus, R., Pradana, M., Nurdiansyah, D., & Pribadi, T. (2026). Pemberdayaan Ekonomi Kreatif Melalui Pelatihan Kerajinan Pelepah Pisang di Desa Mudung Bojonegoro. Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 7(1), 127-136. doi.org/10.46576/rjpkm.v7i1.7490
Tidak ada komentar:
Posting Komentar